Kamis, 13 November 2008

BILA RASULULLAH SAW MENJENGUK KITA

>> Bayangkan apabila Rasulullah SAAW tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita... Apa yang akan kita lakukan? Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau dan mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita. Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah SAW sudi menginap beberapa hari di rumah kita. Tapi barangkali kita meminta Rasulllah SAAW menunggu sebentar di depan pintu, karena kita teringat video CD> rated R18+ yang ada di ruang tengah dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke> dalam. Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita dengan aurat terbuka yang kita pajang di ruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang. Barangkali kita akan memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada di ruang samping dan kita meletakkannya di ruang tamu.
>> Bagaimana bila kemudian Rasulullah SAAW menginap di rumah kita? Barangkali kita teringat bahwa anak kita lebih hapal lagu-lagu barat daripada menghapal Sholawat kepada Rasulullah SAAW. Barangkali kita menjadi malu bahwa anak-anak kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAAW. Barangkali kita menjadi malu bahwa anak kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah dan shahabatnya tetapi hapal di luar kepala mengenai anggota Power Rangers atau judul film-fim terkenal. Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar menjadi ruang Shalat. Barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian yang pantas untuk berhadapan kepada Rasulullah SAAW. Belum lagi koleksi buku-buku kita dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi kaset kita dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi karaoke kita dan anak-anak kita. Kemana kita harus meyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita? Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahwa kita tidak pernah ke masjid. Barangkali kita menjadi malu karena pada saat maghrib keluarga kita sibuk di depan TV. Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan sholat sunnah, terlebih lagi kalau keluarga kita jarang melaksanakan shalat wajib (Na 'udzubillah!). Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita> sangat jarang membaca AlQuran. Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita. Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAAW menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan rumah kita. Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAAW bertanya tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita.
>> Bayangkan apabila Rasulullah SAAW tiba-tiba muncul di depan pintu rumah kita... Apa yang akan kita lakukan? Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilakan beliau masuk dan menginap di rumah kita? Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah kita karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan malu.
>> Maafkan kami Ya Khaira Khalqillah, Maafkan kami Ya Syafi Allah,> Maafkan kami Ya Nabiya Allah, Maafkan kami Ya Rasulullah.........
>> Barangkali Rasulullah akan bahagia dan apresiatif kepada kita mendegar permohonan maaf kita, daripada kalau kita tak mengacuhkan sama sekali perkara "barangkali-barangkali" di atas.
>> Semoga kita selalu mendapat petunjuk dan bimbingan-Nya untuk selalu menauladani Akhlaq Beliau, yaitu akhlaq Alqur'an. Amiennnnnnn.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar